Rabu, 17 Juli 2019

VCT Batch 4

Pengalaman Luar Bisa Ikut 

VCI Batch 4 Indonesia



Pertama kali saya mendapatkan informasi flyer tentang VCI Batch 4 ini, saya sangat bersemangat dan tergiur untuk segera mendaftar seleksinya. Karena sebelumnya saya mendapatkan info tentang seminar online Seameo dan Seamolec ini dari teman saya di Kabupaten Pali Sumsel yang sebelumnya beliau mengikuti VCI Batch 3. Beliau adalah Bapak Akbar, penggerak grup Digi-EduCommunity di Kabupaten PALI SumSel. Di grup yang beliau dirikan itulah banyak informasi tentang kegiatan-kegiatan menarik seperti VCT. Sehingga banyak juga guru-guru hebat di Kabupaten Pali mengikuti dan lolos seleksi VCT Batch 4.

Setelah lolos seleksi VCT Batch 4, awalnya membuat saya bingung dan sangat penasaran dengan program aplikasi apasih yang digunakan untuk mendukung seminar secara online pada jaman era revolusi 4.0? Apakah aplikasinya susah dipahami oleh guru seperti kami yang pada basicnya bukan dari guru TIK? Kemudian apakah jaringan di daerah pelosok ikut mempengaruhi? Apakah materinya berat dan hanya mendengar narasumber dari tim VCI? Banyak sekali pertanyaan yang muncul pada saat itu. Tapi untungnya Pak Akbar selalu memotivasi kami untuk jangan mundur dan harus berani melanjutkan kegiatan VCI Batch 4.

Selama kegiatan pembekalan pelatihan seminar online VCT Batch 4 ini membuat saya semakin hari  kagum dan bersemangat untuk segera menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan oleh para instruktur. Dalam grup whatsapp kita setiap harinya selalu diberi semangat dan pembekalan prosedur pembagian tugas baik kelompok maupun individu. Nah, pada masa pembekalan inilah kami dikenalkan dengan aplikasi WEBEX. Webex adalah sebuah aplikasi online yang dikembangkan oleh Cisco yang membuat para pengguna saling berkolaborasi lewat gambar, video, dan suara dari mana pun secara lebih mudah (https://id.wikipedia.org/wiki/Cisco_TelePresence). Dengan aplikasi inilah kita bisa saling terhubung satu dengan yang lainnya menggunakan videocall. Bahkan kita bisa melakukan presentasi powerpoint secara live. 

Setelah pembekalan selama beberapa hari, kami pun diajak oleh para instruktur untuk mengikuti Grand Opening VCT Batch 4 Online pada hari Sabtu tanggal 18 Mei 2019 pukul 09.00 Wib. Dengan mengikuti kegiatan grand opening ini membuat saya semakin kagum dengan antusiasme dari para guru hebat seIndonesia. Karena jumlah peserta pada launching VCT Batch 4 ini sangat banyak melebihi kapasitas yang seharusnya hanya bisa diikuti oleh 1.000 orang online melalui webex. Sedangkan peserta yang VCT Batch 4 seluruh Indonesia ada 16.000 orang. Wah! Karena peserta terlalu banyak jadi kami pun yang memiliki jaringan lemah sempat kesulitan untuk masuk/join pada room meeting. Tetapi syukurlah para tim dari VCT Batch 4 dengan sigap membuka room baru agar kami bisa masuk semua pada room webex tersebut. 

Narasumber pada Grand Opening VCT Batch 4 ini dibuka langsung oleh Bapak Gatot Hari Priowirjanto (Direktur SEAMEO) bersama timnya lah yang langsung memberi arahan dan penjelasan mengenai SEAMEO Online Lecture Series and Training Programmes. Beliau mengatakan bahwa kegiatan VCT ini bertujuan untuk pengembangan kapasitas pembuat kebijakan, pendidik, praktisi, peneliti, administrator sekolah, dosen, guru, dan siswa di negara-negara Asia Tenggara yang difasilitasi oleh platform online; khususnya, WebEx dan MOOCs, dirancang untuk E-learning dan meningkatkan pengetahuan.

Sabtu, 05 Januari 2019

Suka Duka Menjadi Guru Honor PAUD di Kabupaten Pemekaran

Buat tulis cerita tentang pengalaman mengajar saya menjadi guru PAUD atau yang kebanyakan orang tahu itu ya TK sebenernya udah lama. Tapi masih banyak pertimbangan karena menurut saya pribadi pengalaman saya masih cetek dalam hal mengajar dan ga bisa-bisa amat nulis di blog. Support dari saudara dan temen-temen yang selalu antusias kalo liat foto sama video kegiatan saya di status whatsapp dan instagram itulah yang menguatkan tekad saya. Akhirnya malam ini saya mencoba menulis kisah mengajar saya di daerah yang jauh dari perkotaan, so semoga yang baca suka! :)

Pengalaman mengajar saya yang pertama sebenernya bukan di daerah asal saya, tetapi di daerah tempat saya kuliah di Ogan Ilir. Saya magang di PAUD kecil yang bernuansa sekolah alam. Saya magang sambil kuliah semester satu waktu itu. Yup, awal banget ya? hehe belom ada pengalaman sama sekali kebetulan juga saya orangnya pemalu yang sebenarnya saat itu masih sangat kaku. Jadi ya tahu lah ya kalau masih kaku ngajarnya masih suka ngeblank dan bingung sendiri mau ngomong apa yang ujung-ujungnya nyanyi lagu anak-anak. Yang buat saya betah magang di sana karena tiga keponakan saya lagi belajar di PAUD itu. Jadi paham ya kenapa saya bisa mudah magang di sana. 

Jadwal mengajar saya waktu itu bebas kapan saya bisanya, karena kalau masih semester satu ya jadwal fullnya banyakan siang. Trus seiring berjalannya waktu, mungkin karna saya juga bosen dan ga ada ilmu yang bener-bener saya dapet dari magang di sana ya jadi saya istirahat mengajar di sana. Selain itu juga saya mulai sibuk kuliah semester dua karena sering bolak balik Inderalaya-Palembang-Inderalaya. 

Kemudian kalau setiap saya mudik balik ke kampung (lebih tepatnya dusun Pendopo wkwk), saya pasti observasi dan magang ke TK-TK yang ada di pendopo. Malahan pernah saya magang di TK Negeri juga di sana. Tapi pengalaman observasi saya itu di TK Swasta yang terkenal di Pendopo (maaf nama TKnya gaboleh disebutin). Kebetulan di sana, mbak sepupu ipar saya kerja di sana sebagai guru. Saya observasi semua kegiatan dari pagi awal anak datang sampai pulang. Fasilitasnya lengkap ya namanya juga TK swasta dan sudah berdiri lama. Kegiatan hari itu anak-anak jalan santai di luar sekolah. Namun ketika mengatur baris, ada kejadian yang sangat tak mengenakan hati saya. ada beberapa gurunya mengucapkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada anak didik yang susah di atur sampai menyebutkan nama orang tua si anak. Saya kaget bukan main pas tau liat  kejadian itu langsung. Baru kali ini saya liat guru TK yang mulutnya ga di-filter lagi buat ngomong ke anak-anak. Dan nadanya itu lho ya ampun, kayak preman. Suasana udah gaenak kan itu di hati saya, tapi guru yang lain biasa aja. Sepenglihatan saya, anak didik itu ga melakukan kesalahan yang parah-parah banget. Ya lagian, anak-anak aktif ya wajar namanya juga anak-anak. Dalam teori ilmu psikologi anak usia dini juga sangat menentang yang namanya bentak-bentak anak, nah  ini selain bentak ya juga bahasanya kasar ke anak-anak. Karena satu bentakan aja milyaran sel otak anak bakal putus guys. Ga cukup di sana aja tuh guru-guru kasar, pas lanjut jalan santai juga tuh guru masih aja sikap ga sabarannya kelihatan dan terulang lagi bentakan kasar ke anak-anak. Jujur, kecewa banget saya sama TK itu yang katanya paling bagus di daerah saya. Menurut saya ya percuma kalau fasilitas bagus tapi kualitas tenaga pendidiknya punya sikap kasar gitu ya bagi saya ga ada apa-apanya. :)

Pengalaman saya selanjutnya di TK dekat rumah saya, sangking dekatnya saya cuma jalan kaki. saya magang di sana dipaksa ibu sih sebenarnya, karena waktu liburan saya cuma tidur. Mungkin ibu kesal kali ya liat anak-anaknya leyeh-leyeh gitu wkwk. Akhirnya saya magang di TK itu juga dengan kekakuan yang ada dalam diri saya. Kaget, karena waktu itu lagi awal semester satu anak sekolahan masuk, jadi tuh anak-anak masih ditungguin emak-emaknya. Banyak anak-anak yang masih nangis meraung-raung, mengamuk, nyakar-nyakar saya, muntah di baju saya, ada lagi anak yang gabisa pisah dari tangan ibunya, wih pokoknya macem-macem. Saya syok. Tapi alhamdulillahnya guru-guru di sana baik-baik dan ngerti saya masih baru belum ada pengalaman jadi ga menuntut saya buat handle anak-anak itu sendirian. Mereka mengajar, saya cuma bantu-bantu sekalian belajar cara penguasaan kelas. Alhamdulillah pengalaman magang di sana saya cukup banyak dapet ilmu, dari penguasaan kelas, koleksi lagu-lagu pembukaan kelas, lagu-lagu anak, dan lain-lain. Pokoknya selama magang satu bulan full itu cukup mengesankan walaupun tidak terlalu istimewa. :)


Selamatkan masa golden age anak!